"Agustus sampai September, ya sebelum Lebaran diharapkan ada kenaikan transaksi yang signifikan," katanya.
Menurut Djoko, kenaikan transaksi ditunjang dengan BI Rate (tingkat suku bunga Bank Indonesia, red.) yang turun dan sudah terlihat dari sejumlah bank yang sudah menurunkan suku bunganya.
Djoko mengatakan kondisi pasar properti sempat mengalami penurunan disebabkan krisis keuangan dan memasuki masa masuk sekolah.
Selengkapnya:
Antara News